DPRD Pekanbaru Minta Satpol PP Tertibkan Pasar Kaget di Tenayan Raya
- Rabu, 02 September 2020
- 908 likes
Gubri Resmi Lantik Jenri Salmon Ginting sebagai Asisten I Setdaprov Riau
- Selasa, 01 September 2020
- 908 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Peninjauan ke lokasi pembangunan Islamic Center di dalam komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Kecamatan Tenayan Raya pada Selasa (01/09/2020) digelar oleh Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru.
Adapun kunjungan Lapangan (Kunlap) ini dipimpin Ketua Komisi IV Sigit Yuwono dan dihadiri Wakil Ketua Rois, anggota Komisi IV Wan Agusti ,Ali Suseno, Nurul Ikhsan, serta Mulyadi.
"Pembangunan gedung Rp38 miliar ini belum maksimal pembangunannya. Kami lihat pekerjanya juga kurang profesional. Seperti keramik lantai sudah dipasang, padahal bangunan belum siap dan pekerja kurang menjaga keselamatannya, mereka tidak menggunakan helm keselamatan," ucap Sigit setelah melakukan peninjauan.
Politikus PKS, Rois juga melayangkan kritiknya. Menurutnya, apabila keramik langsung dipasang, sementara bangunan belum selesai, dikhawatirkan keramik akan cepat rusak.
"Perencanaan pembangunannya tidak betul, seperti keramik granit di dalam Islamic Center sudah dipasang. Nanti keramik ini bisa rusak atau terkikis," tuturnya.
Keduanya sama-sama menyayangkan proyek semegah itu para pekerjanya mengabaikan keselamatannya. Padahal, helm serta sepatu harus digunakan para pekerja untuk menimalisasi terjadinya kecelakaan kerja.
"Mudah-mudahan Islamic Center bisa menjadi ikon kota Pekanbaru dan bukan menjadi beban. Kami mendukung pembangunan ini agar cepat selesai dan bisa bermaanfat bagi masyarakat banyak," jelasnya.
Sementara itu, menurut Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Pekanbaru, Edward Riansyah, proses pembangunan Islamic Center ini sudah mencapai 56%.
"Kalau secara kontrak, masih ada sekitar Desember yang insya Allah bisa selesai sesuai target kontrak bersama kontraktor dengan nilai kontrak Rp38 miliar," ucapnya.
Sejauh ini, terangnya, kendala yang dirasakan dari pembangunan Islamic Center adalah Covid-19. Akibat pandemi Covid-19, pengiriman bahan material bangunan menjadi terkendala lantaran adanya PSBB yang dilakukan di beberapa daerah.
"Secara fungsional, masjid bisa digunakan awal tahun 2021," tutupnya.(rzt)
Comments (3)
https://www.riauhits.com/berita-dprd-pekanbaru-tinjau-pembangunan-islamic-center-di-perkantoran-pemko-pekanbaru.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply