Setelah Lebaran, Riau Rekonsiliasi Lifting Migas 2013-2018

Logo
Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Provinsi Riau pada tahun ini mendapat kesempatan pertama untuk rekonsiliasi perhitungan lifting minyak dan gas (migas) sebagai daerah penghasil migas.

"Jika tidak ada halangan, rencananya nanti kegiatan rekonsiliasi pertama perhitungan lifting migas di Riau," ucap Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, Jumat (17/5/2019). 

Adapun pemilihan Riau lantaran selama ini Bumi Lancang Kuninng dianggap aktif melakukan rekonsiliasi lifting migas.

"Sedangkan daerah lain tak seaktif kami," jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman, rencana rekonsiliasi itu dijadwalkan setelah lebaran. Akan tetapi, ia belum dapat memastikan tanggalnya. Sejauh ini, imbuhnya, pihaknya sudah menghitung dan menyiapkan data lifting bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau. 

"Data sudah kami siapkan. Tinggal nanti kami bahas bersama pusat, benar atau tidak perhitungan lifting kami," ungkapnya.

Selanjutnya, sambungnya, data Riau dibandingkan dengan data yang pusat anggap benar. Kemudian, dapat dilihat perhitungannya.

"Dari perhitungan baru, apakah ada selisih bayar atau kurang bayar DBH. Nanti rekonsiliasi kami fokuskan perhitungan lifting tahun 2013-2018," paparnya. 

Ia menerangkan, melalui rekonsiliasi itu, pihaknya berharap adanya selisih, baik itu selisih produksi maupun harga minyak dan selisi nilai tukar dolar ke rupiah.

"Misalnya kalau dulu nilai tukar dolar hanya Rp9 ribu, sekarang sudah Rp14 ribu, tentu ada selisih Rp5 ribu. Kami harapkan selisih itu bisa menambah pundi-pundi penerimaan pendapatan Pemprov Riau karena kalau kabupaten/kota terima, kami juga dapat," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-setelah-lebaran-riau-rekonsiliasi-lifting-migas-20132018.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)