Uji 17 Sampel dari Pasar di Pelalawan, BPOM Temukan Makanan Gunakan Zat Berbahaya

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pengawasan terhadap pangan di Ramadan tahun ini terus diitensifkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Pekanbaru. Hasilnya, BPOM kembali menemukan adanya kandungan bahan berbahaya dari sampel yang dikumpulkan. BPOM melakukan pengujian terhadap 17 sampel yang didapatkan petugas di Pasar Tradisional Sorek, Pelalawan.

Diketahui, dari bahan itu ditemukan adanya kandungan boraks dari empat sampel bakso dan satu sampel lainnya menggunakan tepung pijar.

"Dari 17 sampel ditemukan 12 bebas dari bahan berbahaya, sedangkan lima sampel mengandung zat berbahaya, yakni boraks dan tepung pijar," kata Ahli Muda Bidang Informasi BPOM di Pekanbaru, Sonya.

Menurutnya, sampel-sampel itu dibawa ke Pekanbaru untuk diuji di Laboratorium Keliling BPOM di Pekanbaru. Sampel itu diperiksa kandungan empat bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow.

"Setelah dipastikan lima bahan itu mengandung boraks, kami langsung mengambil langkah mengamankan seluruh bahan makanan tersebut untuk dilakukan pemusnahan," paparnya.

Di samping penyitaan, produsen pemilik sampel tersebut juga dilakukan pembinaan. Mereka pun diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi menggunakan zat berbahaya di produknya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-uji-17-sampel-dari-pasar-di-pelalawan-bpom-temukan-makanan-gunakan-zat-berbahaya.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)