Tingkat Partisipasi Pemilih di Pemilu 2019 Diperkirakan Naik, Ini Alasan KPU Pekanbaru

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Peserta pemilu di Pekanbaru diminta untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan tata cara memilih yang benar kepada masyarakat. Permintaan itu disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru lantaran khawatir bahwa menjelang hari pelaksanaan pencoblosan April mendatang, angka pemilih rendah masih membayangi penyelenggara.

Adapun hal itu terkait dengan perbedaan pola pemilihan pada tahun ini dibandingkan lima tahun lalu. Diketahui, Pemilu kali ini dilakukan serentak antara Pilpres dengan Pemilu legislatif (Pileg). Menurut Ketua KPU Kota Pekanbaru, Yelly Nofiza, ada perbedaan mendasar pelaksanaan pemilu kali ini.

Kata dia lagi, adanya jeda waktu antara Pileg dengan Pilpres lima tahun lalu bisa meningkatkan pemilih, berbeda dengan pemilu kali ini yang pelaksanaannya bersamaan sekaligus keduanya.

"Pemilu tahun 2019 ini, Pileg dan Pilpres digelar serentak dalam satu hari. Jadi, pada 17 April nanti kami akan memilih, Caleg dari DPRD kabupaten dan kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan juga presiden dalam satu hari," katanya.

Atas waktu yang bersamaan itu, tentunya banyak surat suara yang harus digunakan pemilih dalam bilik suara. Terdapat lima jenis surat suara yang dibedakan dengan warna dan ukuran. Peruntukannya maing-masing berbeda-beda. Akibat kerumitan itu, KPU meminta seluruh elemen masyarakat termasuk peserta pemilu melakukan sosialisasi.

"Tentunya harus diketahui benar oleh masyarakat. Sosialisasi itu bukan hanya tugas kami saja, melainkan para Parpol dan Caleg juga berkepentingan untuk menyosialisasikan tata caranya agar meminimalisir surat suara tak sah dan masyarakat bisa memberikan hak pilihnya dengan benar," paparnya.

Ia menambahkan, selain menyosialisasikan tata cara menyalurkan hak suaranya dengan benar, Parpol dan Caleg juga diminta untuk menyosialisasikan pentingnya berpartisipasi dalam Pemilu.

"KPU Pekanbaru hingga saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi melalui sejumlah program. Dalam menjalankan program, kami juga melibatkan sejumlah kalangan masyarakat dan instansi pemerintah. Parpol dan Caleg juga harus berperan aktif juga," harapnya.

Pada Pilgub Riau 2018 lalu, sambungnya, partisipasi pemilih di Kota Pekanbaru mencapai 62 persen. Persentase itu jauh meningkat jika dibandingkan dengan Pemilihan Wali Kota Pekanbaru tahun 2017 lalu, yakni sebanyak 51,9 persen.

"Bercermin pada dua Pilkada tersebut, kami optimistis pada Pemilu nanti target partisipasi nasional tercapai di Pekanbaru. Kendati demikian, seluruh elemen masyarakat harus saling mendukung," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-tingkat-partisipasi-pemilih-di-pemilu-2019-diperkirakan-naik-ini-alasan-kpu-pekanbaru.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)