Pengelolaan Limbah Medis di Pekanbaru Belum Optimal, Ini Harapan Wali Kota Firdaus MT

Logo
Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pengelolaan limbah selain limbah domestik rumah tangga di Pekanbaru belum optimal, terutama limbah medis yang tergolong dalam limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hal itu diakui Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT. Menurutnya, pengelolaan limbah medis harus menjadi perhatian serius.

Adapun limbah medis harus diketahui lokasi penumpukan dan penghancurannya. Ia pun memerintahkan jajaran terkait untuk menelusuri pengelolaan limbah medis di Kota Pekanbaru. Terlebih lagi, di Pekanbaru ada ratusan layanan kesehatan bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat ada 233 layanan kesehatan tersebar di wilayah kota. Ada 182 klinik kesehatan, 30 rumah sakit, dan 21 puskesmas.

"Jadi, pengelolaan limbahnya harus jelas. Jangan sampai limbah medis berdampak pada lingkungan dan masyarakat," katanya.

Puskesmas, rumah sakit, dan klinik, sambungnya, harus bekerja sama dengan pihak yang mengelola limbah medis. Meski begitu, ia meminta pengelola limbah medis harus memiliki legalitas. Alur tahapan pengelolaan limbah medis yang dikelola harus jelas. Adanya kejelasan alur atau tahapan pengelolaan limbah medis guna memastikan limbah B3 itu tidak dibuang sembarangan. Kondisi itu jelas berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan.

"Maka saya ingatkan agar limbah medis tidak dibuang sembarangan. Jangan sampai kami jumpai limbah medis di tepi jalan," tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa pengelolaan limbah perbengkelan dan limbah restoran juga harus jadi perhatian. Di sisi lain, ia pun tidak ingin pengelola bengkel atau pemilik restoran membuang limbahnya di saluran air. Di samping itu, ia pun mendorong semua pihak terlibat dalam Gerakan Pekanbaru Bersih. Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha punya kesadaran menjaga lingkungan serta ikut berparitipasi menjaga kebersihan.

"Maka kami menggagas Gerakan Pekanbaru Bersih agar lingkungan masyarakat bersih dan sehat," imbuhnya.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sendiri mengaku pengelolaan limbah medis di puskesmas sudah terkelola. Mereka melakukan pengumpulan terhadap limbah medis yang ada. Limbah berasal dari 21 puskesmas rawat jalan rawat inap di Kota Pekanbaru.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan, Indra Pomi Nasution, proses pemusnahan dilakukan oleh pihak ketiga, yakni PT. TransmultiCargo dan Berkah Lestari Cendekia.

"Pemusnahan limbah medis dilakukan setiap dua bulan sekali. Pengawasan dilakukan setiap bulan oleh Seksi Kesehatan Lingkungan di Bidang Kesehatan Masyarakat," katanya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-pengelolaan-limbah-medis-di-pekanbaru-belum-optimal-ini-harapan-wali-kota-firdaus-mt.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)