SMP IT Tahfidz Al Fatih Cetak Generasi Qurani di Tengah Tantangan Era Digital

Logo
H. Anthon Yuliandri

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Di tengah derasnya arus digital yang kian memengaruhi kehidupan remaja, SMP IT Tahfidz Al Fatih menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang unggul. 

Sebanyak 12 santriwan dan santriwati berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 Juz dalam waktu sekitar enam bulan, sebuah capaian yang tidak mudah bagi anak usia 13 tahun.

Ketua Yayasan Al Fatih, H. Anthon Yuliandri, S.E., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pendidikan yang terintegrasi antara kurikulum akademik dan program tahfidz.

"Di usia remaja, tantangan terbesar datang dari pengaruh media sosial dan lingkungan digital. Karena itu, menjaga hafalan Al-Qur’an menjadi tugas bersama, bukan hanya santri, tetapi juga guru dan orang tua," ujar H. Anthon.

Ia juga menekankan bahwa proses menghafal bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar, yakni menjaga hafalan 30 juz agar tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari.

SMP IT Tahfidz Al Fatih menerapkan program pembelajaran tahfidz sebagai bagian dari kurikulum utama, dengan alokasi waktu hingga enam jam per hari. Hasilnya, sekitar 85 persen santri telah mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. 

"Tentunya program ini sekaligus mendukung visi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencetak ribuan penghafal Al-Qur’an dari kalangan generasi muda kedepannya," sebut H. Anthon pada Kamis (16/04/26) Siang.

Namun demikian menurutnya, pihak yayasan mengakui masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kemampuan santri di bidang akademik umum seperti matematika, IPA, dan sains.

"Untuk Al-Qur’an dan bahasa Arab insyaallah kami sudah cukup unggul. Tantangan berikutnya adalah bagaimana santri juga mampu bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan umum lainnya," tambahnya.

Sebagai strategi, sekolah menghadirkan tenaga pendidik profesional, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, berbagai program penguatan seperti pelatihan intensif, kajian keislaman, hingga dauroh ke Mekkah juga diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas guru dan santri.

Di akhir pernyataannya, Ketua Yayasan Al Fatih, Anthon kembali mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

"Al-Qur’an adalah penyelamat manusia. Mereka yang membaca dan menghafalnya adalah keluarga Allah di muka bumi. Tidak mungkin seorang pecinta Al-Qur’an hidup dalam kesengsaraan, karena Al-Qur’an adalah cahaya dan penuntun kehidupan," tutupnya.

Dengan pendekatan pendidikan yang holistik, SMP IT Tahfidz Al Fatih optimistis mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga kompeten dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-smp-it-tahfidz-al-fatih-cetak-generasi-qurani-di-tengah-tantangan-era-digital.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)