Pinjam Dana Rp8 M ke Bank, RSUD Rohul Sebut Klaim BPJS Belum Cair

Logo
Gedung RSUD Rokan Hulu.

(RIAUHITS.COM) PASIR PENGARAIAN - Operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu terganggu akibat pembayaran klaim BPJS Kesehatan yang mengalami keterlambatan. Menyikapi hal itu, manajemen RSUD Rohul mengajukan pinjaman Jangka Pendek ke Bank Syari'ah Mandiri (BSM) untuk mengatasi tunggakan klaim yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan sekitar Rp8 miliar.

Menurut Direktur RSUD Rohul dr.Novil pengajuan pinjaman jangka pendek ini merupakan salah satu opsi yang diberikan Menteri Dalam Negeri untuk menyelesaikan persoalan tunggakan pembayaran klaim BPJS. Sebagaimana Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 900/11446/SJ, terkait Penyelesaian Permasalahan Keterlambatan Klaim Pembayaran dari BPJS pada Rumah Sakit Daerah.

“Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, Rumah Sakit yang sudah menerapkan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dapat melakukan pinjaman jangka pendek sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya, Rabu (13/11/2019).

Pinjaman jangka pendek itu, imbuhnya, sudah mendapat persetujuan dari Bupati Rokan Hulu, H. Sukiman. Diakuinya, bupati pun bahkan sudah menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait peminjaman dana talangan itu, yang difasilitasi langsung gubernur Riau melalui Biro Hukum Provinsi Riau.

“Kami sudah ajukan syarat untuk meminjam dana ke BSM pada hari Senin kemarin. Proses pencairan dananya insya Allah rampung paling lambat akhir bulan ini. 3 hari sebelum dana tersebut cair, akan ada penandatanganan MoU antara RSUD Rohul dan Bank Mandiri Syariah yang disaksikan langsung BPJS Kesehatan dan Bupati Rokan Hulu,” bebernya.

Disampaikannya, pinjaman jangan pendek ke BSM itu hanya bersifat temporer guna menutupi tunggakan pembayaran klaim BPJS Kesehatan kepada RSUD sehingga pelayanan RSUD Rohul tidak terganggu.

“Pinjaman yang kami ajukan adalah total klaim selama 5 bulan (Juli-Oktober) yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan, plus denda 1 persen dari total tunggakan. Totalnya ada sekitar Rp8 miliar. Nantinya, denda keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS sebesar 1 persen akan digunakan sebagai keuntungan bank sebesar 0,7 persen,” tuturnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-pinjam-dana-rp8-m-ke-bank-rsud-rohul-sebut-klaim-bpjs-belum-cair-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)