Langkah Berani Karang Taruna: Menghidupkan "Wajah" Dumai Tanpa Andalan APBD

Logo
Wali Kota Dumai H. Paisal bersama keluarga saat mengunjungi Dumai Expo 2026 di Taman Bukit Gelanggang, Jl. H.R. Soebrantas.

RIAUHITS.COM,  DUMAI – Di bawah temaram lampu panggung yang megah dan keriuhan ribuan warga di Taman Bukit Gelanggang, Dumai Expo 2026 resmi mencatatkan sejarah baru. Perayaan Hari Jadi Kota Dumai ke-27 tahun ini terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni rutin, namun sebuah pembuktian tentang kemandirian dan kolaborasi anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna Kota Dumai.

​Sejak Dumai menyandang status kota otonom, belum pernah gelaran tahunan ini hadir dalam skala sebesar sekarang. Menariknya, kemegahan ini lahir tanpa suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebuah langkah berani yang awalnya diragukan, namun berakhir dengan pujian.

Spektrum UMKM: Denyut Nadi Ekonomi Rakyat

​Dari total 261 stan yang berdiri kokoh—menggunakan tenda jenis Roder dan Sarnaville yang representatif—sebanyak 223 di antaranya didedikasikan khusus untuk pelaku UMKM. Karang Taruna tampak ingin memastikan bahwa Dumai Expo bukan sekadar panggung bagi korporasi besar, melainkan pesta bagi pedagang kecil dan menengah.

​Sisanya, 18 stan diisi oleh instansi pemerintah dan BUMN, serta 20 stan bagi para sponsor yang turut menyokong jalannya acara.

​"Penyelenggaraan ini murni swakelola. Ini adalah kesepakatan antara Pemko dan Karang Taruna. Mulai dari penyediaan tenan hingga rangkaian acara, semuanya menjadi tanggung jawab kami," ujar Ketua Umum Karang Taruna Kota Dumai, M. Zulfan Arif, dengan nada mantap.

Seni, Budaya dan Keringat Dibalik Layar

​Kemeriahan tak hanya soal jual-beli. Panggung utama menjadi magnet dengan sajian seni budaya yang variatif: dari festival musik, teater, tari tradisional, hingga seni bela diri. Bahkan, geliat anak muda diwadahi melalui street fight competition dan berbagai permainan rakyat. Puncaknya, penampilan Al Ahfiz Feat Dekes sukses membius penonton yang memadati area lokasi.

​Namun, di balik gemerlap lampu panggung, ada kalkulasi matang yang harus dikelola. Ketua Harian Karang Taruna Dumai, Vincent Moerghasini Yusuf, menjelaskan bahwa seluruh biaya operasional, termasuk honor para penampil sanggar seni, bersumber dari penjualan stan dan dukungan sponsor.

​"Kami memahami jika ada keluhan mengenai biaya sewa stan. Namun, itulah mesin penggerak kami. Kami menyediakan fasilitas, mengelola hiburan, dan memastikan operasional berjalan lancar secara mandiri. Semuanya butuh biaya," ungkap Vincent jujur.

Manfaa Multipihak : Lebih dari Sekadar Pesta

​Meski tanpa anggaran negara, kontribusi balik ke kas daerah tetap mengalir. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran meningkat tajam. Di sisi lain, instansi pemerintah dan perusahaan mendapatkan ruang publikasi yang efektif untuk memamerkan program kerja mereka.

​Efek domino ekonomi paling terasa di sektor kuliner. Ribuan pengunjung yang datang setiap malam memicu perputaran uang yang masif, baik di dalam area Expo maupun bagi pedagang di sekitar Taman Bukit Gelanggang.

Pujian dari Pucuk Pimpinan

​Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, yang membuka helat ini pada Senin malam (27/04/2026), tak segan melontarkan apresiasi setinggi langit. Baginya, Karang Taruna telah berhasil menjawab tantangan dengan hasil yang nyata.

​“Meski tanpa didukung APBD, Karang Taruna mampu menghadirkan Dumai Expo dengan sangat meriah. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong adalah kunci utama pembangunan kita,” puji Sugiyarto di hadapan para undangan.

​Dumai Expo 2026 akhirnya menjadi bukti otentik : bahwa ketika kepercayaan diberikan kepada tangan yang tepat, keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk menciptakan mahakarya bagi kota tercinta.



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-langkah-berani-karang-taruna-menghidupkan-wajah-dumai-tanpa-andalan-apbd.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)