Pemko Pekanbaru Tunda Rencana Belajar Tatap Muka di Sekolah karena Kasus Covid-19 Naik

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Wacana ktivitas tatap muka di sekolah dimulai awal bulan ini datang dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Namun, lantaran kasus positif Ccvid-19 kembali meningkat, wacana itu akan ditunda. Menurut Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, H Muhammad Jamil SAg MAg MSi, Pemko Pekanbaru belum dapat menerapkan sekolah tatap muka sebab kondisi Kota Pekanbaru belum memungkinkan.

"Kami belum bisa lakukan. Mungkin kami sama-sama tahu kondisi Kota Pekanbaru saat ini maka tidak semudah itu sekolah tatap muka kami terapkan," ucapnya.

Disampaikannya, keputusan untuk membuka kembali aktivitas di sekolah harus benar-benar dikaji matang. Ia menegaskan, harus ada standar yang dapat memastikan bahwa kembalinya siswa untuk belajar tatap muka di sekolah tidak membuat penyebaran covid-19 semakin meluas. Melihat kondisi Kota Pekanbaru saat ini yang terus mengalami peningkatan kasus, Pemko mengurungkan niat untuk aktivitas di sekolah dibuka kembali. Kota Pekanbaru sejauh ini belum aman dari pandemi covid-19.

Adapun penyebaran virus terus terjadi akibat belum maksimalnya penerapan protokol kesehatan. Pada Ahad (30/8/2020), tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pekanbaru mengumumkan penambahan 46 pasien positif covid-19.

"Kalau di zona yang dibolehkan untuk diterapkan (sekolah) saja itu juga harus dengan menerapkan protokol kesehatan, apalagi zona kami saat ini. Maka pendidikan saya kira belum bisa kami terapkan," tuturnya.

Pemko Pekanbaru sebelumnya sudah menerima surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait penerapan sekolah pada massa pandemi Covid-19. Menurut surat edaran yang dikirimkan ke seluruh Disdik se-Indonesia oleh Kemdikbud RI, pembelajaran disekolah boleh dilakukan lagi bagi wilayah zona hijau dan kuning penyebaran pandemi covid-19.

Disebutkan, penerapan sistem pembelajaran tetap memperhatikan protokol kesehatan. Siswa hanya masuk sekolah satu kali dalam sepekan. Siswa pun dibagi dua kelompok dalam setiap kali pertemuan, yakni sebagian masuk hari Senin dan berikutnya pada hari Kamis. Untuk pertama kali masuk sekolah, siswa diwajibkan dilakukan rapid test.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-pemko-pekanbaru-tunda-rencana-belajar-tatap-muka-di-sekolah-karena-kasus-covid19-naik.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)