Minta Presiden Naikkan Harga Kelapa dan Karet di Riau, Warga Pasang Spanduk di Fly Over

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Masyarakat Riau banyak yang menggantungkan hidupnya dengan komoditas kelapa dan karet, bahkan kelapa sawit. Anjloknya harga ketiga komodotas itu di Riau cukup berdampak pada masyarakat. 

Adapun gelombang protes dari masyarakat atas anjloknya harga kelapa tersebut, terutama di Indragiri Hilir, sebelumnya sudah terjadi. Pada Minggu (9/12/2018), protes warga pun terlihat di Pekanbaru melalui spanduk yang berisikan permintaan kepada Presiden RI untuk menaikkan harga kelapa dan karet di Riau.

Terlihat, spanduk yang ditulis menggunakan cat sendiri dari masyarakat itu terpasang di fly over Simpang Jalan Tuanku Tambusai - Sudirman.

"Memang harga karet jauh turun, sekarang harganya cuma Rp6.000 dari biasanya masih mencapai Rp10 ribu," kata petani karet di Rohul, Syahrin.

Lebih parah lagi, harga kelapa yang saat ini hanya Rp500 per butir. Hal itu mengakibatkan banyak masyarakat di Inhil sebagai penghasil kelapa terbesar tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya lagi.

"Sekarang, ya, mengurangi pengeluaran, ini saja kiriman untuk anak kuliah sudah terlambat," kata warga Pulau Kijang Inhil, Habir.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-minta-presiden-naikkan-harga-kelapa-dan-karet-di-riau-warga-pasang-spanduk-di-fly-over.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)