Diskusi Kuasa Taipan Kelapa Sawit di Indonesia, Jikalahari Sebut KPK Banyak Bacot

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Diskusi dengan pembahasan terkait kuasa taipan kelapa sawit di Indonesia pada Kamis (31/1/2018) di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau digelar oleh mahasiswa Manajemen Universitas Riau bersama Transformasi untuk Keadilan (TuK Indonesia) dan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) bersama LAM Riau.

Pemateri dalam diskusi itu adalah Direktur Eksekutif TuK Indonesia, Rahmawati Retno Winarni, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar, Kordinator Jikalahari, Made Ali, dan Anggota DPRD Riau Suhardiman Amby, serta dosen Manajemen Universitas Riau.

Rahmawati Retno Winarni atau Wiwid menyatakan, ada 25 grup taipan yang membuka usaha di sektor kelapa sawit di Indonesia. Lokasi perkebunan ada di Riau dan Kalimantan. Adapun luas lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah 12,3 juta hektar dengan 5,8 juta hektar di antaranya merupakan milik 25 perusahaan tersebut.

Sementara itu, untuk pembiayaannya, terang Wiwid, perusahaan lebih banyak meminjam uang ke luar negeri dan tidak pernah transparan dalam pendanaan.

"Rendahnya pengawasan terhadap pendanaan juga dilihat karena tidak ada peran Otoritas Jasa Keuangan di sana," katanya.

Di sisi lain, Made Ali dari Jikalahari meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dapat menuntaskan persoalan di sektor kehutanan dan perkebunan lantaran banyak kasus yang sejauh ini belum mampu diungkap lembaga antirasuah tersebut.

"Jadi, saya melihat bacot saja KPK makanya KPK yang sekarang harus diganti karena tidak ada keberanian. Banyak kasus kejahatan hutan di Riau tidak dituntaskan," sebutnya.

Tak hanya itu, imbuhnya, kejahatan korporasi yang dianggap sudah terang benderang melalui temuan Pansus di DPRD Riau dan adanya beberapa kasus suap kehutanan juga masih belum ditangani oleh KPK.

"Berani tidak terhadap Zulkifli Hasanudin yang sudah terbitkan izin pelepasan untuk sawit seluas 2,2 juta hektar. Ini Kejahatan sawit. Jokowi tidak punya keberanian. Jangan-jangan korporasi ini juga menyumbang untuk capres," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-diskusi-kuasa-taipan-kelapa-sawit-di-indonesia-jikalahari-sebut-kpk-banyak-bacot.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)