Bukan karena Kabut Asap, Ini Kata BMKG soal Menurunnya Jarak Pandang di Pekanbaru Pagi Tadi

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pada Kamis (7/11/2019) pagi, jarak pandang di Kota Pekanbaru turun drastis hingga 700 meter. Akan tetapi, penyebabnya bukan kabut asap kebakaran hutan dan lahan, melainkan lantaran kabut atau fog. Menurut Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Gita Dewi Siregar, kabut atau fog merupakan partikel basah yang turun ke permukaan bumi.

"Hal ini terjadi karena kelembaban udara juga tinggi, yakni 98 persen. Ditambah lagi, dilihat dari titik panas yang hanya ada 3 titik di Indragiri Hilir. Jadi, ini memang bukan kabut asap seperti beberapa waktu lalu," katanya.

Disampaikannya, kabut atau fog biasanya turun dari subuh hingga pagi hari dan selalu membuat jarak pandang di bawah 1 kilometer. Biasanya, kabut itu muncul karena udara dingin.

"Fog merupakan partikel basah seperti uap air. Tidak sama dengan kabut asap hasil Karhutla yang biasanya didominasi partikel kering dan mengakibatkan polusi udara," paparnya.

Kondisi seperti ini, imbuhnya, hanya akan berlangsung hingga matahari muncul.

"Kalau terkena sinar matahari, biasanya perlahan akan menghilang," jelasnya.

Adapun suhu udara Riau pada hari ini berada di angka 22.0-33.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 55-98 %, sedangkan arah angin berembus ke arah Selatan-Barat dengan kecepatan 10-20 km/jam. Untuk info tinggi gelombang untuk perairan di Provinsi Riau pada umumnya berkisar antara 0.5-1.0 meter.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-bukan-karena-kabut-asap-ini-kata-bmkg-soal-menurunnya-jarak-pandang-di-pekanbaru-pagi-tadi.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)