Lahan Setengah Hektare yang Diduga akan Ditanam Sawit di Rohul Terbakar
- Kamis, 20 Agustus 2020
- 1012 likes
Satgas Covid-19 Inhil Ungkap Alasan Sejumlah Bantuan Belum Disalurkan
- Rabu, 19 Agustus 2020
- 1012 likes
(RIAUHITS.COM) BANGKINANG - Kabupaten Kampar yang kini masuk zona orange bersama Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak diingatkan agar lebih gencar lagi melaksanakan tes swab guna mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Riau, H Syamsuar dalam kegiatan asistensi dan kunjungan kerja Gubri dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Riau di Balai Bupati Kampar, Jalan Prof. M Yamin, SH Bangkinang, Rabu (19/8/2020).
Dalam kunjungan ini hadir Komandan Korem 031/Wirabima Brigjen M Syech Ismed, Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Efendi dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Riau. Menurut Gubri, dirinya menyarankan agar tes swab diutamakan kepada orang tua yang rentan terkena penyakit dan orang-orang yang selalu bersentuhan dengan masyarakat, termasuk para pegawai pemerintah daerah.
"Pekanbaru, Siak, dan Kampar masuk zona orange. Kalau sudah orange, kami tak ingin jadi zona merah. Kalau zona merah, besar kerjanya. Dengan kehadiran kami di Kampar ada ikhtiar kami bersama mengawal Covid-19," katanya, sekaligus menjelaskan alasan kunjungannya ke Kampar bersama forkopimda Riau.
Dipaparkannya, untuk kasus positif terjadi peningkatan signifikan sejak Juli hingga Agustus.
"Satu bulan saja hampir tiga ratus persen. Yang tertinggi di Siak 31 Juli sampai kemarin lebih 400 persen, dari 58 jadi 200 lebih," tuturnya.
Demikian halnya dengan Kampar, imbuhya, peningkatannya sangat tinggi, dari 46 orang hingga 114 orang positif di Kampar. Adapun peningkatannya nomor dua di Riau. Gubri pun menyoroti rendahnya tracing di Kampar.
"Seratus persen lebih dalam waktu tak sampai satu bulan, yaitu 31 Juli sampai 18 Agustus. Jumlah tracing di sini kurang. Kenapa Sumbar berhasil? Karena tracingnya sampai lima puluh ribu orang lebih," bebernya.
Lebih jauh, ia pun khawatir jika penanganannya salah, dapat menjadi bom waktu.
"Yang memenuhi syarat, Pekanbaru, Dumai, dan Siak, tapi belum memenuhi standar. Kapan-kapan bisa jadi bom waktu, apalagi kapasitas rumah sakit di sini cuma lima belas orang. Kalau tak ada pengamanan Pekanbaru, ya kapok," tegasnya.
Sejauh ini, Riau sudah menyiapkan 48 rumah sakit untuk penanganan Covid-19 dengan 350 bad. Fasilitas yang disiapkan Pemprov Riau sebanyak 1.000 bad lebih dan masih dipertahankan.
"Siapa tahu nanti jumlahnya membludak. Oleh sebab itu, kami lebih mengkaji susahnya daripada gampangnya," sebutnya.
Pemprov Riau pada 4-5 Agustus lalu, lanjutnya, sudah melakukan tes swab terhadap 5.000 orang lebih, tetapi hanya dua orang yang positif.
"Harus kami berani menguji ini. Kalau tidak terjadi ledakan yang tidak kami harapkan," ujarnya.
Ditambahkannya, semua negara melakukan 3 M (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak), tapi pelaksanaannya tak terlepas dari 3 T, yaitu tracing (menyusuri kontak), tracking (mengendalikan wabah), dan treatment.
"Itulah obatnya," singkatnya.
Di sisi lain, ia pun meminta ada gerakan masker dan kegiatan penyuluhan di Kampar. Bupati diminta menugaskan camat, kepala desa, dan ketua PKK desa. Dikatakan Bupati Kampar, H Catur Sugeng, kunjungan Gubri dan forkopimda Riau ini memiliki dampak yang besar dan positif bagi Kampar. Dalam kesempatan ini, ia pun mengekspos kegiatan selama pandemi Covid-19 yang dilaksanakan Pemkab Kampar.
Namun, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif hingga 18 Agustus 2020 berbeda angkanya dengan yang disampaikan Gubri. Kalau Gubri menyebutkan 114 orang, Bupati Kampar menyampaikan 113 orang. Dari jumlah itu, 22 orang masih dirawat dan pasien sembuh sebanyak 92 orang dan meninggal dunia satu orang. Mereka dirawat di kawasan wisata Stanum, RSUD Bangkinang, dan di Pekanbaru.
Sejauh ini, imbuhnya, Kampar sudah melakukan penguatan sumber daya manusia, pelatihan dokter, perawat analis, surveilan untuk penanganan Covid-19 serta pembekalan kepada kepala puskesmas. Kampar pun menyediakan tenda posko sebanyak 10 unit, peralatan medis, logistik, obat, dan mobil ambulan. Untuk anggaran, Kampar sudah me-recofusing Rp18 miliar lebih. Di samping itu, anggaran dari pemerintah pusat Rp4,9 miliar sehingga totalnya Rp23 miliar lebih.
Adapun untuk tindakan pencegahan, Kampar sudah melakukan sosialiasi pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pada masa new normal, baik secara langsung maupun melalui media. Kemudian, juga berkoordinasi dengan satuan tugas provinsi. Tenaga medis di Kampar juga siaga 24 jam di Puskesmas, adanya pos kesehatan di beberapa titik, menerapkan protokol kesehatan di tempat keramaian, termasuk di tempat ibadah, dan memantau masyarakat yang keluar masuk Kampar.
Disebutkan Bupati, sebagai langkah penanggulangan, Kampar sudah melakukan rapid massal dan tes swab, termasuk terhadap orang yang kontak erat dengan pasien positif. Terkait penerapan sanksi bagi yang tidak menggunakan masker, Bupati menyatakan Kampar masih menunggu terbentuknya peraturan daerah (Perda) dengan tetal merujuk ke provinsi berkenaan sanksi protokol kesehatan disamping mempersiapkan peraturan bupati (Perbup).(rzt)
Comments (3)
https://www.riauhits.com/berita-gubri-minta-kampar-gencarkan-tes-swab-setelah-masuk-zona-orange-covid19.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply