Dibolehkan Pemerintah, Begini Suasana Hari Raya Enam di Bangkinang pada Tahun Ini
- By Admin
- Senin, 01 Juni 2020 - 13:40:05 WIB
- 1109 views
(RIAUHITS.COM) MUARA UWAI - Peringatan Hari Raya Enam (Aghi Ayo Onam) atau Aghi Ayo Zora pada Ahad (31/5/2020) di beberapa desa dan kelurahan di Kabupaten Kampar relatif lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu terjadi walaupun sebelumnya pemerintah daerah tetap membolehkan adanya kegiatan ziarah kubur pada (Aghi Ayo Onam) di Kecamatan Bangkinang sekitarnya dengan syarat tetap dengan protokol kesehatan.
Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di beberapa ruas jalan di beberapa desa di Kecamatan Bangkinang, seperti di Desa Muara Uwai, Desa Pulau Lawas, Desa Binuang, Kelurahan Pasir Sialang, Kelurahan Pulau, dan sejumlah desa di Kecamatan Salo, di antaranya Desa Sipungguk, Ganting Damai yang selalu dipadati masyarakat yang hilir mudik menuju pemakaman keluarga ataupun suku masing-masing dan saling berkunjung ke rumah sanak saudara, pada tahun ini tampak tidak begitu ramai.
Adapun biasanya, setelah salat Subuh berjemaah, masyarakat sudah terpantau berduyun-duyun di jalanan menuju pemakaman keluarga atau suku masing-masing. Acara seremonial Hari Raya Enam yang biasanya dihadiri pejabat daerah maupun wakil rakyat juga tidak ada termasuk acara makan bersama yang selalu digelar di Muara Uwai. Selain berkurangnya keramaian, antuasiasme masyarakat menyediakan makanan khas pada Hari Raya Enam kali ini juga berkurang.
Warga Desa Muara Uwai, Khairudin (48), menyebut bahwa karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 dengan berbagai aturan yang harus ditaati dan masih enggannya masyarakat untuk saling kunjung mengunjungi maka pada tahun ini, banyak masyarakat tidak membuat makanan khas Hari Rayo Onam seperti lomang, sari kayo, kue jalo, ketupat, dan berbagai jenis makanan lainnya.
Beberapa warga di Kecamatan Bangkinang dan Salo diketahui banyak yang merantau ke Malaysia, Batam, Tanjung Pinang dan daerah lainnya. Mereka pun biasanya pulang kampung. Namun, lantaran adanya pandemi Covid-19, banyak dari mereka yang tidak pulang kampung. Di samping itu, masyarakat yang berada di kampung juga masih bertahan untuk tidak keluar rumah menghindari kerumunan.
Walaupun Pemkab Kampar bersama forum komunikasi pimpinan daerah sudah mengingatkan bahwa selama Ayo Onam tetap dengan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, serta menghindari kerumunan, tetapi di lapangan banyak ditemui warga yang tidak menggunakan masker. Sebagian yang tidak menggunakan masker menggunakan kain sarung yang biasa dibawa pada saat Aghi Ayo Onam sebagai pengganti masker. Di sisi lain, tradisi makan siang bersama di masjid atau di masalah setelah melaksanakan ziarah pun tidak semua dilakukan masyarakat.(rzt)




Comments (3)
https://www.riauhits.com/berita-dibolehkan-pemerintah-begini-suasana-hari-raya-enam-di-bangkinang-pada-tahun-ini.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply