Bimtek Revitalisasi Bahasa Melayu Riau, Strategis Menumbuhkan Kecintaan Kepada Generasi Muda

Logo

RIAUHITS COM, PEKANBARU - Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Umi Kulsum M.Hum., menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra daerah. 

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) guru utama revitalisasi Bahasa Melayu Riau yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Selasa, 14 April 2026.

Kegiatan bimtek ini diikuti oleh para kepala sekolah dan guru utama dari jenjang SD Negeri dan SMP Negeri se-Kota Pekanbaru. Program ini merupakan bagian dari rangkaian besar revitalisasi bahasa dan sastra daerah yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

"Program ini diawali dengan penyusunan modul pembelajaran, dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan. Tahapan ketiga adalah pelaksanaan bimbingan teknis," jelas Umi Kulsum.

Ia menambahkan, setelah mengikuti bimtek, para peserta memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan materi yang diperoleh kepada seluruh tenaga pengajar di sekolah masing-masing. Khusus di tingkat SMP, materi tersebut juga diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR), sebelum akhirnya diajarkan kepada para siswa.

Tidak berhenti di situ Umi menambahkan, para peserta juga diwajibkan mengikuti tahapan lanjutan berupa Festival Tunas Bahasa Ibu untuk jenjang SD dan SMP di tingkat kabupaten/kota. Festival ini menjadi wadah apresiasi sekaligus penguatan praktik penggunaan bahasa daerah di kalangan pelajar.

Dalam bimtek yang dilaksanakan selama dua hari kedepan, para peserta akan mendengarkan 7 (tujuh) materi utama yang disampaikan oleh beberapa narasumber kompeten, di antaranya :

• Bahasa Melayu Riau berbasis aksara Arab Melayu oleh Prof. Hasnah Faizah;
• Bahasa Melayu Riau berbasis cerpen oleh Harry B. Koriun;
• Bahasa Melayu berbasis tembang tradisi oleh Siska Armiza;
• Bahasa Melayu berbasis puisi oleh Konni Masrohanti;
• Bahasa Melayu berbasis mendongeng oleh Aina Maslekha;
• Bahasa Melayu berbasis pidato oleh Amran Syarifuddin; dan
• Bahasa Melayu berbasis komedi tunggal oleh Gegana Agung Putra

"Melalui pendekatan yang variatif ini, kami mengharapkan pembelajaran bahasa Melayu menjadi lebih menarik, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman," sebut Umi Kulsum.

Lebih jauh, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya minat generasi muda terhadap bahasa daerah. Berdasarkan sejumlah penelitian, banyak anak muda yang mulai menganggap bahasa daerah tidak bergengsi, ketinggalan zaman, bahkan tidak memiliki nilai ekonomi.

"Kita terus berupaya mengubah cara pandang tersebut secara perlahan. Bahasa daerah bukan sekadar identitas, tetapi juga memiliki nilai budaya, estetika, dan bahkan potensi ekonomi," sebut Umi Kulsum.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Balai Bahasa bersama sekolah, dinas pendidikan, dan komunitas juga memberikan apresiasi kepada siswa yang memiliki bakat di bidang seni dan sastra daerah. Apresiasi tersebut berupa sertifikat, piala, hingga penghargaan lainnya bagi para pemenang lomba.

"Langkah ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk kembali mencintai dan melestarikan Bahasa Melayu Riau sebagai bagian dari jati diri bangsa," tutup Umi Kulsum. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://www.riauhits.com/berita-bimtek-revitalisasi-bahasa-melayu-riau-strategis-menumbuhkan-kecintaan-kepada-generasi-muda.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)